Makalah Menejemen Pelayanan Publik


BAB I

PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Pelayanan publik merupakan tanggungjawab pemerintah dan dilaksanakan oleh instansi pemerintah,baik itu dipusat, didaerah,dan dilingkungan Badan Usaha Milik Negara. Pelayanan publik berbentuk pelayanan barang dan jasa.
Dewasa ini masyarakat semakin terbuka dalam memberikan kritik bagi pelayanan publik.Oleh sebab itu, substansi administrasi sangat berperan dalam mengatur dan mengarahkan seluruh kegiatan organisasi pelayanan dalam mencapai tujuan.
Salah satu bentuk pelayanan publik yang dilaksanakan oleh pemerintah adalah pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat.Reformasi dibidang kesehatan dilaksanakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan menjadikannya lebih efesien,efektif,serta dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.  Seperti yang tertuang dalam keptusa menteri kesehatan republik Indonesia No. 951/Menkes/SK/VI/2000 yaitu bahwa “ tujuan pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran,kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyrakat yang optimal.
Puskesmas mulai dikembangkan pemerintah Indonesia tahun 1971 tjuan mendekatan pelayanan kesehtan pada masyarakat di pedesaan .Puskesmas belum menjadi pilihan utama masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan setelah empat dekade didirikan. Munculnya gerakan reformasi 1998 dan berkembangnya sistem desentralisasi pada 2001,puskesmas mengalami perubahan visi,misi,dan strategi . Kebijakan mengkaji kebali peran dan  mangemen puskesmas tertuang dalam UU nomor 22 dan 25 tahun 1999 tentang  desentralisasi dan otonomi  daerah. Reformasi puskesmas diharapkan mampu mengatasi kesehatan di masyarakat, terutama yang potensia berkembang diwilayah kerja puskesmas dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien .
Hasil kajian managemen puskesmas di beberapa provinsi Indonesia diketahui visi dan misi baru puskesmas di era desantrilisasi kurang dihayati,  pelaksanaan fungsi manajemen puskesmas masih lemah serta belum adanya sistem informasi manajemen puskesmas ( SIMPUS) untuk menunjang proses penyusunan  rencana strategis puskesmas. Reforrmasi puskesmas seharusnya menghasilkan kinerja yang berkelanjutan, menyeluruh, terpadu, sistematis, dan objektif sampai masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang merata, bermutu, dan terjangkau.
Pelayanan kesehatan bermutu adalah pelayanan yang memuaskan pelanggan (internal, eksternal, intermediet) dan sesuai standar (dalam bidang kesehatan medis, keperawatan, propesi, dan non medis). Sistem pelayan kesehatan bermutu dimulai dari input, proses sampai output jasa pelayanan yang dihasilkan secara optimal. Pelayan kesehatan bermutu berkaitan dengan dua bidang ilmu pokok, yaitu ilmu kedoktoran dan ilmu manajemen. Ilmu kedokteran berkaitan dengan indikator kinerja klinis oraganisasi sedangkan ilmu manajemen berkaitan dengan semua usaha pencapaian tujuan oraganisasi, termasuk kinerja keuangan organisasi. Kinerja keuangan yang disajikan organisasi pelayan  kesehatan  merupakan salah  satu  indikator kinerja yang mudah diterima umum.
Puskesmas sebagai ujung tombak penyelenggara pelayanan kesehatan masyarakat harus mampu menjawab tantangan persaingan yang bebas dan ketat pada era globalisasi. Puskesmas harus mampu meningkatkan mutu pelayanannya secara berkesinambungan serta berfokus pada kepuasan pasien. Puskesmas dituntut memenuhi standar internasional. International Stantart Oraganisation (ISO) merupakan sebuah sistem manajemen mutu hasil revisi standar ISO tahun 2008 yang mengarahkan dan mengontrol oraganisasi berkaitan dengan mutu dari segi kualitas, produktivitas, efesiensi, dan efektifitas pelayanan kesehatan puskesmas. Proses pelayanan ISO harus sesuai dengan kebutuhan dan standar mutu tertentu yang berfokus kepada kepuasan konsumen. Harapannya, nilai kompetensi dan image puskesmas ISO akan semakin meningkat.
Pengelolaan keuangan di organisasi pelayan kesehatan pemerintah harus berdasarkan tata kelola kepemerintahan yang baik (good governance). Salah satu penerapan good governance dengan menerapan pengelolaan keuangan dan akuntabel,agar para pemakai informasi keuangan dapat mengakses informasi dan hasil yang dicapai dalam penyelenggaraan pemerintah.











BAB II
PEMBAHASAN

1.1. DEFINISI
Managemen pelayanan menurut para ahli ada berbagai acam definsi manajemen, diantaranya dalah :
Menurut Manullang ( 1985:17) mendefinisikan menjemen sebagai berikut : seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengawasan dari pada sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.
Menurut Gibson ,Donellydan Ivancevich ( 1996:4) mendefinisikan manjemen sebagai berikut : suatu proses yang telah dilakukan oleh satu atau lebih individu untuk mengordinasikan berbagai aktivitas lain untuk mencapai hasil-hasil yang tidak bisa dicapai apabila satu individu bertindak sendiri.
Menurut Gronroos (1990:27), Pelayanan adalah suatu aktivitas atau serangaian yang bersifat tidak kast mata ( tidak dapat diraba )yang terjadi sebagai akibat adanya interaksi antara konsumen dan karyawan atau hal-hal lain yang disediakan oleh perusahaan pemberi pelayanan yang dimaksudkan untuk memcahkan permasalahan konsumen.
Service ( pelayanan ) maksud dari service pelayanan adalah sarana penyampaian nilai kepada pelanggan dengan memfasilitasi hasil untuk memberikan kepuasan melalui pelayanan yang diberikan seseorang secara memuaskan .
Hasil yang diinginkan pelanggan untuk mecapai ini adalah alasan mengapa mereka membeli atau menggunakan service. Biasanya ini akan dinyatakan sebagai tujuan bisnis tertentu . nilai layanan kepada pelangganan secara langsung tergantung pada seberapa baik layanan memfasilitasi hasil ini.
Ini adalah konsep umum yang berlaku untk pembelian layanan. Mepertimbangkan perencanaan keuangan. Sebagai pelanggan, tidak memiliki keahlian atau waktu,maupun keinginan untuk menangani semua hari-hari pengambilan keptusan dan pengelolaan investasi secara individu yang diperlukan.
Managemen pelayanan dapat menyediakan pelayanan sebagai berikut :
·         Memahami layanan yang mereka sediakan baik dari konsumen dan persfektif penyedia
·         Maemastikan bahwa layanan benar-benar agar pelanggan mendapatkan yang diinginkan
·         Memahami nilai service tersebut kepada pelanggan mereka dan karena mereka yang terpenting
·         Memahami dan mengelola semua biaya dan resiko berkaitan dengan pemberian
Managemen layanan memiliki hak yang jelas untuk menganggap dirinya sebagai sebuah profesi , dan latihan disiplin managemen pelayanan sebagai praktek profesional dilakukan dan didukung oleh kounitas global.
Menurut keputusan mentri pendayagunaan aparatur negara nomor 81 tahun 1993 kemudian disempurnakan dengan keputusan menteri pendayagunaan aparatur negara nomor 63 tahun 2003 mendefinisikan pelayanan umum sebagai berikut : segala bentuk jasa pelayanan,baik dalam bentuk barang publik maupun jasa publikyang pada prinsipnya menjadi tanggung jawab dan dilaksanakan oleh instansi pemerintah di pusat, daerah, dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka pelaksaan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pusat kesehatan masyarakat ( Puskesmas ) adalah organiasi fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh ,terpadu,merata,dapat diterima dan terjangkau oleh masyarakat,dengan peran serta aktif masyarakat dan menggunakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan danteknologi tepat guna, dengan biaya yang dapat dipikul oleh pemerintah dan masyarakat. Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan uapaya kesehatan per orangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventatif, untuk mencapati derajat kesehatan masyarakat yang setingi-innginya diwilayah kerjanya ( PMK No.75 tahun 2014 ). Puskesmas meruapakan suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping bisa memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat diwilayah kerjanya dalam bentk kegiatan pokok.Pelayanan kesehatan yang dibeikan puskesmas adalah pelayanan menyeluruh yang meliputi pelayanan kuratif ( pengobatan), preventif ( pencegahan ), promotif ( peningkatan kesehatan ) dan juga uapaya rehrehabilitati ( pemulihan kesehatan ).

1.2. STANDAR MANAGEMEN PELAYANAN ADMINISTRASI PUSKESMAS  
Penyelanggara pelayana publik dalam beberapa hal belum berjalalan sebagaimana diharapkan. Hal ini terlihat dari masih adanya keluhan dan pengaduan masyarakat, baik disampaikan langsung kepada pemberi pelayanan maupun melalui media massa. Untuk mengatasi kondisi ini ,diperlukan komitmen yang tegas dan jelas dari pimpinan unit pelayanan publik.
Sehubungan dengan hal tersebut pemerintah daerah harus berupaya untuk mengaplikasikan keptusan kementrian negara pendayagunaan aparatur negara yang telah menetapkan pedoman umum penyelenggara pelayanan publik dengan keputusan menteri pendayagunaan aparatur negara Nomor : 63/KEP/M.PAN/7/2003, dalam bentuk peraturan daerah tentang penyelenggaraan pelayanan kesehatan dipusat kesehatan masyarakat ( Puskesmas ) dan peraturan bupati/walikota tentang susunan organisasi dan tata kerja unit pelaksana teknis dinas ( UPTD ) pusat kesehatan masyarakat pada dinas kesehatan.Sejalan dengan itu,pemerintah telah melakukan berbagai perbaikan dan penyempurnaan kualitas pelayanan publik yang tindak lajuti dengan ditetapkan instruksi presiden Nomor : 5 Tahun 2004 tentang percepatan pemberantasan korupsi,yang mengintruksikan antara lain kepada menteri negara pendayagunaan aparatur negara untuk menyiapkan rumusan kebijakan dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan publik.
Puskesmas sebagai unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan kabupaten/kota berkewajiban melaksanakan pelayanan publik dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, Puskesmas harus memperhatikan peningkatan kualitas pelayanan publik dengan menyusun standar pelayanan publik ( SPP ). Standar pelayanan publik tersebut wajib dimiliki oleh setiap unit pelayanan sebagai pedoman dalam pelaksaan layanan kepada masyarakat,juga sangat penting untuk diketahui oleh penerima pelayanan yang berfungsi sebagai kontrol dalam setiap pelayanan nya.
            1.3. KUALITAS MANAGEMEN PELAYANAN ADMINISTRASI PUSKESMAS
            Definisi mengenai kualitas cukup banyak namun sebenarnya definisi tersebut antarasatu dengan yang lain hampir sama artinya. Goetsch dan Davis, 1994 ( Tjiptono dan Diana, 2003:4) memberikan definisi kualitas yaitu “ suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk,jasa,manusia,proses lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.
            Kualitas adalah menjaga janji pelayanan agar pihak yang dilayani merasa puas dan diuntungkan.Meningkatkan kualitas merupakan pekerjaan semua orang dalam organisasi.
            Definisi kualitas yang dikemukan oleh Juran, Jasep M. ( dalam Tjiptono, Fandy, 2005:53 ) mendefinisikan kualitas dengan menyatakan bahwa : “ kualitas sebagai cocok atau sesuai untuk digunakan ( fitness for use ), yang mengandung pegertian bahwa suatu produk atau jasa harus dapat memenuhi apa yang diharapkan oleh pemakai nya. “
            Sedangkan dalam Crosby, Philip B ( dalam M.N. Nasution, 2005: 37 )mengemukakan bahwa : kualitas adalah memnuhi atau sama dengan persyaratannya. Meleset sedikit saja dari persyaratannya, maka suatu produk atau jasa dikatakan tidak memuaskan. Persyaratan itu sendiri dapat berubah sesuai dengan keinginan palanggan, kebutuhan organisasi pemasok dan sumber pemerintah,teknologi serta pasar atau pesaing.”
            Berdasarkan beberapa pengertian diatas, tampak bahwa kualitas selalu berfokus pada pelangga. Dengan demikian pelayanan yang diberikan untuk memenuhi keinginan pelanggan.
Dalam melaksanakan pelayanan yang memuaskan, tentunya tak terlepas dari sikap dalam menghadapi pelanggan atau contact personal. Hal ini merupakan aspek yangv penting dalam menentukan kualitas dalam pemberian pelayanan.untuk mencapai hal ini maka perfomance atau penampilan yang baik dan rapi turut mendkung dengan sikap ramah,memperlihatkan gairah kerja ,sikap siap melayani,tenang dalam bekerja, mengetahui dengan baik pekerjaannya baik yang berhubungan dengan tugas unitnya maupun unit lain,mampu berkomunikasi dengan baik dan mampu menangani keluahan pelanggan.


Proses pelayanan kesehatan dan kualitas pelayanan berkaitan dengan ketersediaan sarana kesehatan yang terdiri dari pelayanan kesehatan dasar ( puskesmas, balai pengobatan ), pelayanan rujukan ( rumah sait) ,ketersediaan tenaga kesehatan,peralatan, dan obat-obatan.
            Kinerja pelayanan menyangkut hasil pekerjaan,kecepatan kerja,pekerjaa yang dilakukan sesuai harapan pelanggan ,dan ketepatan waktudan menyelesaikan pekerjaan.
            Pemerintah telah berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan dengan mendirikan rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat ( PUSKESMAS ) Diseluruh wilayah Indonesia. Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas keshatan kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja terentu.
            Sampai saat ini usaha pemerintah dalam memnuhi kebutuhan msyarakat akan kesehatan masih belum dapat memenuhi harapan masyarakat. Banayak anggota masyarakat yang mengeluh dan merasa tidak puas dengan pelayanan yang diberikan leh Puskesmas milik pemerintah ini baik itu dari segi pemeriksaan yang kurang diperhatikan oleh petugas kesehatan, lama waktu pelayanan ,keterampilan petugas,sarana/fasilitas, serta waktu tunggu untuk mendapatkan pelayanan.
            Pusat kesehatan masyrakat ( PUSKESMAS ) sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat memiliki peran yang sangat strategis dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu Puskesmas dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu yang memuaskan bagi pasiennya sesuai dengan standar yang ditetapkan dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakatnya.
            Salah satu keluhan yang sering terdengar darimasyarakat yang berhubungan dengan aparatur pemerintah adalah selain berbelit-belit akibat birokrasi yang kaku, perilaku oknum aparatur yang kadang kala kurang bershabat, juga kinerja peawai dalam memberikan pelayanan,kuantitas,dan kualitas pelayanan yang sangat rendah.
            Rendah nya kinerja pelayanan akan membangun citra buruk pada Puskesmas,diaman pasien yang merasa tidak puas akan menceriatakan kepada rekan-rekannya. Begitu juga sebaliknya ,semakin tinggi kinerja pelayanan yang diberikan menjadi nilai plus bagi puskesmas,dalam hal ini pasien akan merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh puskesmas.
            Puskesmas dapat mengetahui knerja pelayanan dari pasien melaui umpan balik yang diberikan pasien kepada puskesmas tersebut sehingga dapat menjadi masukan untuk peningkatan kinerja pelayanan.
            Salah satu faktor yang paling sering dikeluhkan oleh pasien adalah lambatnya petugas dalam memberikan pelayanan kesehatan, baik itu pada saat pasien mendaftar diloket sampai dengan pemeriksaan dan pengambilan resep. Hasil pemantauan pusat Informasi Kesehatan ( PIK ) diketahui bahwa untuk satu orang pasien dipuskesmas dibutuhkan waktu tunggu diloket 10 menit, diruan periksa 15 sampai 20 menit dan ditempat resep biasa mencapai 15 menit , jadi jarak untuk satu kali kunjungan pasien membutuhkan waktu 45 menit sampai 1 jam.





            Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyrakat diwilayah kerja nya dalam bentuk kegiatan pokok ( Depatemen Kesehatan RI:1991).
            Tujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas adalah mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional, yakni meningkatkan kesaran ,kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal diwilayah kerja Puskesmas agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
            Kedudukan Puskesmas :
1.      Kedudukan dalam bidang administrasi, puskesmas merupakan perangkat pemda/kota dan tanggung jawab langsung baik secara teknis medis maupun secara administratif kepada dinas kesehatan kota.
2.      Dalam hirarki pelayanan kesehatan, sesuai SKN maka puskesmas berkedudukan pada tingkat fasilitas kesehatan pertama.
            Ada 3 fungsi puskesmas, yaitu :
1.      Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan puskesmas selalu berupaya menggerakan dan memantau penyelenggara pembangunan lintas sektor termasuk oleh masyarakat dan dunia usaha diwilayah kerjanya.
2.      Pusat pemberdayaan masyarakat. Puskesmas selalu berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat, keluarga dan masyarakat termasuk dunia usaha memiliki kesadarn, kemauna dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidupsehat,berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk sumber pembiayaan ,serta ikut menetapkan,menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan program kesehatan.
3.      Pusat pelayanan kesehatan strata pertama. Puskesmas bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan tngkat pertama secara menyeluruh,terpadu dan berkesinambungan.

Pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menjadi tanggung jawab puskesmas adalah:
a)      Pelayanan kesehatan perorangan adalah pelayanan kesehatan yang bersifat pribadi dengan tujuan umum penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan perorangan,tanpa m
b)      engabaikan pemeliharaan kesehatan dan penegahan penyakit.
c)      Pelayanan kesehatan masyarakat adalah pelayanan kesehatan yang bersifat publik dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan kesehatan seta mencegah penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.
Proses dalam melaksanakan fungsinya dilakukan dengan cara :
a)      Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan kegiatan dalam dalam rangka menolong dirinya sendiri.
b)      Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggali dan menggunakan sumber daya yang ada secara efektif dan efesien.
c)      Memberikan bantuan yang bersifat bimbingan teknis materi dan rujukan medis maupun rujukan kesehatan kepada msyarakat dengan ketetntuan bantuan
d)     Memberi pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat
e)      Bekerja sama dengan sektor-sektor yang berangkutan dalam melaksanakan program puskesmas
Sumber pembiayaan Puskesmas :
1.      Pemerintah ( APBN, APBD I, APBD II )
2.      Sumber lain, antara lain dari : PT Askes, jamsosek, jamkesmas
3.      Dana sehat
4.      Dari lembaga sosial masyarakat Nasional0Internasional
·         PEMBIAYAAN
ü  Apabila sistem jaminan sosial nasional ( SJSN ) diberlakukan maka akan terjadi perubahan pada sitem pembiayaan kesehatan ( perorangan ).
ü  Direncanakan pada masa yang akan datang pemerintah hanya bertanggung jawab untuk membiayai upaya kesehatan perorangan biayai melalui sitem jaminan kesehatan nasional, kecuali untuk penduduk miskin yang ditetap ditanggung oleh pemerintah dalam bentuk pembayaran premi.
·         BATASAN ADMINISTRASI KESEHATAN
ü  Administrasi adalah segala kegiatan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan
ü  Administrasi berkaitan dengan pelaksanaan kerja untuk pencapaian tujuan yang ditetapkan.
ü  Administrasi adalah pembimbingan, kepemimpinan dan pengawasan usaha-usaha suatu kelompok orang-orang ke arah pencapaian.
ü  Administrasi kesehatan diartikan sebagai pengadministrasian upaya kesehatan
ü  Pengadministrasian upaya kesehatan adalah menerapkan fungsi-fungsi administrasi terhadap sumber daya yang tersedia secara efektif dan efesien untuk dapat menghasilkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan atau dituntut untuk dapat mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi.
·         MANAGEMEN PUSKESMAS
ü  Managemen Puskesmas adalah rangkaian kegiatan yang bekerja secara sistematik untuk menghasilkan iuran puskesmas yang efektif dan efesien.
ü  Rangkaian kegiatan sistematis yang dilaksanakan oleh puskesmas akan membentuk fungsi-fungsi managemen,yaitu perencanaan, penggerakan, pelaksanaan, pengendalian,pengawasan, dan pertanggung jawaban
·         MODEL MANAGEMEN PUSKESMAS
ü  Model PIE ( planning,implementation,evaluation )
ü  Model POAC ( planning, organizing,actuating,controling )
ü  Model P1 – P2 – P3 ( perencanaan,pergerakanpelaksanaan,pengawasan,pengendalian penilaian ).
ü  Model ARRIF ( analisis, rumusa, rencana, implemntasi , dan forum komunikasi )
ü  Model ARRIME ( analisis, rumusan, rencana, implementasi, monitoring, evaluasi ).
ü  P – 1 : perencanaan berbentuk perencanaan tingkat puskesmas ( PTP )
ü  P – 2 : penggerakan pelaksanaan
ü  Lokakarya mini puskesmas
ü  P – 3 : pengawasan pengendalian dan penilaian
ü  Pemantauan wilayah setempat dan stratifikasi puskesmas
Pelaksaan kesehatan yang dilakukan oleh paramedic sudah bisa dibilang sangat baik.Oleh karena itu, terhadap kinerja dan pengaruh yang diberikan paramedic yang bertugas di puskesmas pembantu untuk menyelenggarakan pertolongan kesehatan kepada setiap warga yang membutuhkan. Tujuan ini membuat model pelayanan puskesmas dari pelaksanaan tersebut suatu kegiatan pasti terdapat kendala-kendala yang mempengaruhi kegiatan tersebut, adapun yang menjadi faktor penghambat ialah minimnya tenaga paramedic yang bekerja pada puskesmas pembantu dimana petugas harus melayani seluruh warga kampung yang sekitar ribuan jiwa ini sangat menghambat terciptanya pelayanan kesehatan yang optimal dan menjadi faktor pendukung yaitu kesigapan paramedic dalam menangani masyarakat yang memerlukan pengobatan meskipun diluar ruang tempat kerja paramedic tersebut .
Salah satu puskesmas yang menerapkan kesehatan gratis yaitu bertujuan untuk meringankan biaya kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Namun masih banyak masalah – masalah kesehatan yang ditemukan pada saat ini,karna kinerja dipuskesmas masih lemah dan layanan lambat dan juga masih ada banyak orang yang datang kerumah sakit untuk perawatan. Diharapkan puskesmas membuat inidikator standar pelayanan sendiri agar bisa meningkatkan kinerja karyawan puskesmas . pada awal mula diterapkannya sistem rujukan di Indonesia sejalan dengan berdirinya puskesmas pada tahun 1969 mmaka peraturan menteri kesehatan Nomor 01 Tahun 2012 tentang sistem rujukan pelayanan kesehatan kesehatan perseorangan. Mekanisme pelaksanaan sistem rujukan akan dilaksanakan melalui pemeriksaan awal oleh dokter puskesmas, apabila pasien tidak dapat ditangani oleh dokter puskesmas maka pasien aka dirujuk sesudah pasien menyelesaikan proses administrasi. Pelayanan kesehatan yang bermutu masih dari harapan masyarakat ,serta berkembangya akan pentingnya mutu. Banyak masalah yang menjadi pemicu rendahnya pencitraan puskesmas pada saat sekarang.
            Visi dan misi puskesmas di Indonesia merujuk pada program Indonesia sehat. Hal ini dapat kita lihat pula dalam SPM ( standar pelayanan minimal ),standar pelayanan minimal adalah suatu standar dengan batas-batas tertentu untuk mengukur kinerja penyelenggaraan kewenangan wajib daerah yang berkaitan dengan pelayanan dasar kepada masyarakat yang mencakup : jenis pelayanan, indikator, dan nilai. Pelaksanaan urusan wajib dan standar pelayanan minimal ( UW – SPM ) diatur dalam surat keptusan menteri kesehatan Republik Indonesia No. 1457/MENKES/SK/X/2003 dibedakan atas : UW – SPM spesifik yang hanya diselenggarakan oleh kabupaten-kota tertentu sesuai keadaan setempat.
            Kegiatan pokok puskesmas dilaksanakan sesuai kemampuan tenaga maupun fasilitasnya,karenanya kegiatan pokok disetiap puskesmas dapat berbeda-beda. Namun demikian kegiatan pokok puskesmas yang lazim dan seharusnya dilaksanakan adalah sebagai berikut :
1.      Kesejahteraan ibu dan anak ( KIA )
2.      Keluarga berencana
3.      Usaha peningkatan gizi
4.      Kesehatan lingkungan
5.      Pemberantasan penyakit menular
6.      Upaya pengoabatan termasuk pelayanan darurat kecelakaan
7.      Penyuluhan kesehatan masyarakat
8.      Usaha kesehatan sekolah
9.      Kesehatan olahraga
10.  Perawatan kesehatan masyarakat
11.  Usaha kesehatan kerja
12.  Usaha kesehatan gigi dan mulut
13.  Usaha kesehatan jiwa
14.  Kesehatan mata
15.  Laboraturium ( diupayakan tidak lagi sederhana )
16.  Pencatatan dan pelaporan sistem informasi kesehatan
17.  Kesehatan usia lanjut
18.  Pembinaan pengobatab tradisional
Pelaksanaan kegiatan pokok puskesmas diarahkan kepada keluarga sebagai satuan masyarakat kecil,karenanya, kegiatan pokok puskesmas ditujukan untuk kepentingan kesehatan keluarga sebagai bagian dari masyarakat diwilayah kerjanya. Setiap kegiatan pokok puskesmas dilaksanakan dengan pendekatan pembangunan kesehatan masyarakat desa ( PKMD ). Diamping penyelenggaraan usaha-usaha kegiatan pokok puskesmas seperti tersebut diatas, puskesmas sewaktu-waktu dapat diminta untuk melaksanakan program kesehatan tertentu oleh pemerintah pusat ( contoh : pekan imunisasi nasional ). Dalam hal demikian, baik petunjuk pelaksaan maupun perbekalan akan diberikan oleh pemerintah daerah. Keadaan darurat mengenai kesehatan dapat terjadi, minsalnya karena timbulnya wabah penyakit menular atau bencana alam. Untuk mengatasi kejadian darurat seperti diatas bisa mengurangi atau mennda kegiatan lain.











BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
            Pusat kesehatan masyarakat ( Puskesmas ) adalah organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu , merata, dapat diterima dan terjangkau oleh masyarakat, dengan peran serta aktif masyarakat dan menggunakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna, dengan baiaya yang dapat dipikul oleh pemerintah dan masyarakat. Upaya kesehatan tersebut diselenggarakan dengan menitikberatkan kepada pelayanan untuk masyarakat luas guna mencapai derajat kesehatan yang optimal,tanpa mengabaikan mutu pelayanan kepada perorangan .

B. Saran
1.      Puskesmas harus lebih memfokuskan pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan pengelolaan sistem kesehatan yang menyeluruh
2.      Melakukan perbaikan teradap sarana dan prasana puskesmas demi terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang bermutu
3.      Merestrukturisasikan peran puskesmas
4.      Pemerintah harus memberikan otonomi kepada puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat
5.      Mensosialisakikan program-program puskesmas kepada masyarakat untuk mengubah citra puskesmas



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Makalah Menejemen Pelayanan Publik"

Post a Comment