Makalah Konsep Dasar Manajemen


BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Manajemen sebagai ilmu yang dibutuhkan oleh manusia sebagai tatanan di dalam kehidupan baik secara individu maupun kelompok,Manajemen sebagai kolektifitas orang-orang yang melakukan aktifitas manajemen yang merupakan ilmu perencanaan,pengorganisasian dan pengendalian sumber daya untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.
B.        Rumusan masalah
Adapun pokok-pokok permasalahan didalam makalah ini diantaranya sebagai berikut;
-       Apakah definisi dari manajemen pendidikan ?
-       Apa sajakah komponen-komponen dalam manajemen pendidikan?
-       Apa sajakah prinsip-prinsip dalam manajemen pendidikan ?
-       Bagaimanakah administrasi manajemen pendidikan itu ?
-       Apakah fungsi manajemen pendidikan itu ?
C.       Tujuan
Tujuan dari materi makalah ini,diharapkan agar mampu menguasai materi mengenai manajemen pendidikan beserta dari bagian-bagian nya.Memahami konsep dasar manajemen,beserta definisinya dan tujuan serta manfaat dari manajemen pendidikan.
D.        Ruang Lingkup
Ruang lingkup dari makalah ini diantaranya;
Konsep Dasar Manajemen mengenai definisi Manajemen, komponen-komponen manajemen pendidikan, fungsi, prinsip dan administrasi manajemen pendidikan.







BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Manajemen Pendidikan
Manajemen berasal dari kata “manus” yang berarti “tangan”, berarti menangani sesuatu, mengatur, membuat sesuatu menjadi seperti yang diinginkan dengan mendayagunakan seluruh sumber daya yang ada.  Menurut Donnely Gibson dan Ivancevich (1971:4), Manajemen sebagai suatu proses dimana suatu individu dan kelompok dikoordiinasikan untuk mencapai tujuan bersama.  Sedangkan pendidikan berasal dari kata Yunani “educare” yang berarti membawa keluar yang tersimpan, untuk dituntut agar tumbuh dan berkembang. Dan dalam bahasa arab dikenal dengan istilah “tarbiyah”, berasal dari kata “raba-yarbu” yang berarti mengembang, tumbuh. Menurut Ivan Illich, Pendidikan adalah pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Dapat disimpulkan secara sederhana manajemen pendidikan adalah suatu lapangan dari studi dan praktik yang terkait dengan organisasi pendidikan. Sehingga diharapkan melalui kegiatan manajemen pendidikan tersebut, tujuan pendidikan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
Manajemen Pendidikan dalam kamus bahasa Belanda-Indonesia disebutkan bahwa istilah manajemen berasal dari “administratie” yang berarti tata-usaha. Dalam pengertian manajemen tersebut, administrasi menunjuk pada pekerjaan tulis-menulis di kantor. Pengertian inilah yang menyebabkan timbulnya contoh-contoh keluhan kelambatan manajemen yang sudah disinggung, karena manajemen dibatasi lingkupnya sebagai pekerjaan tulis-menulis.
Pengertian lain dari “manajemen” berasal dari bahasa Inggris “administration” sebagai “the management of executive affairs”. Dengan batasan pengertian seperti ini maka manajemen disinonimkan dengan “management” suatu pengertian dalam lingkup yang lebih luas (Encyclopedia Americana, 1978, p. 171). Dalam pengertian Manajemen Pendidikan ini, manajemen bukan hanya pengaturan yang terkait dengan pekerjaan tulis-menulis, tetapi pengaturan dalam arti luas.

D.    Prinsip – Prinsip Manajemen Pendidikan
Untuk menjamin keberhasilan sebuah usaha maka manajemen haruslah dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip manajemen. Prinsip-prinsip manajemen adalah dasar-dasar dan nilai yang menjadi inti dari keberhasilan sebuah manajemen.
Mnurut Douglas (1963:13-17) merumuskan prinsip-prinsip manajemen pendidikan sebagai berikut :
1.   Memprioritaskan tujuan diatas kepentingan pribadi dan kepentingan mekanisme kerja.
2.   Mengkoordinasikan wewenang dan tanggung jawab
3.    Memberikan tanggung jawab pada personil sekolah hendaknya sesuai dengan sifat-sifat dan kemampuannya
4.   Mengenal secara baik faktor-faktor psikologis manusia
5.   Relativitas nilai-nilai
Prinsip-prinsip diatas memiliki esensi bahwa manajemen dalam ilmu dan praktiknya harus memperhatikan tujuan, orang-orang, tugas-tugas, dan nilai-nilai.
Menurut Henry Fayol. Prinsip-prinsip dalam manajemen sebaiknya bersifat lentur dalam arti bahwa perlu dipertimbangkan sesuai dengan kondisi khusus dan situasi yang berubah-rubah. Prinsip - prinsip umum manajemen menurut Henry Fayol terdiri dari:
a.    Pembagian kerja (Division of work)
b.    Pemberian Wewenang dan Tanggung Jawab (Authority and responsibility)
c.    Memiliki Disiplin (Discipline)
d.    Adanya Kesatuan Komando atau perintah (Unity of command)
e.    Adanya Kesatuan Arahan (Unity of direction)
f.     Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri
g.    Adanya Pemberian Kesejahteraan atau gaji pegawai
h.    Adanya Pemusatan Wewenang (Centralization)
i.      Adanya Hirarki (tingkatan)
j.      Adanya Keadilan dan kejujuran
k.    Adanya Stabilitas kondisi karyawan
l.      Adanya Prakarsa (Inisiative)
m.   Semangat kesatuan dan semangat korps
Penerapan Prinsip Manajemen pada Pendidikan
Ada 3 faktor penyebab rendahnya mutu pendidikan yaitu:
1 Kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan nasional menggunakan pendekatan educational production function atau input – input analisis yang tidak konsisten.
2 Penyelenggaraan pendidikan dilakukan secara sentralistik.
3 Peran serta mayarakat khususnya orang tua siswa dalam penyelenggaraan pendidikan sangat minim.
Berdasarkan penyebab tersebut dan dengan adanya era otonomi daerah yang sedang berjalan maka kebijakan strategis yang diambil Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah dalam meningkatkan mutu pendidikan untuk mengembangkan SDM adalah :
a. Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah (MBS) dimana sekolah diberikan kewenangan untuk merencanakan sendiri upaya peningkatan mutu secara keseluruhan.
b.    Pendidikan yang berbasiskan pada partisipasi komunitas (community based education)
c.    Dengan menggunakan paradigma belajar yang akan menjadikan pelajar-pelajar menjadi manusia yang diberdayakan.
E.   Fungsi Manajemen Pendidikan
Fungsi manajemen yang sesuai dengan profil kinerja pendidikan secara umum adalah melaksanakan fungsi planning, organizing, staffing, coordinating, leading (facilitating, motivating, innovating), reporting, controlling. Pada dunia pendidikan, istilah directing lebih tepat memakai istilah leading dengan perluasan facilitating, motivating, innovating. Selanjutnya fungsi pengawasan dilaksanakan sebagai bagian dari pelaksanaan manajerial. Pada level sekolah, pengawas lebih berperan sebagai ”quality assurance” dengan tugas supervise debagai upaya pembinaan terhadap staf untuk memeprbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan
1. Forecasting
Forecasting atau prevoyance (Prancis) adalah kegiatan meramalkan, memproyeksikan atau mengadakan taksiran terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebelum suatu rencana yang lebih pasti dapat dilakukan.
Misalnya, suatu akademi meramalkan jumlah mahasiswa yang akan melamar belajar di akademi tersebut. Ramalan tersebut menggunakan indikator-indikator, seperti jumlah lulusan SLTA dan lain sebagainya.
2. Planning termasuk Budgeting
Planning sendiri berarti merencanakan atau perencanaan, terdiri dari 5, yaitu :
a.    Menetapkan tentang apa yang harus dikerjakan, kapan dan bagaimana melakukannya.
b.    Membatasi sasaran dan menetapkan pelaksanaan-pelaksanaan kerja untuk mencapai efektivitas maksimum melalui proses penentuan target.
c.    Mengumpulkan dan menganalisa informasi
d.    Mengembangkan alternatif-alternatif
e.    Mempersiapkan dan mengkomunikasikan rencana-rencana dan keputusan-keputusan.
Bisa juga dirumuskan secara sederhana, misalnya perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai sesuatu hasil yang diinginkan. Pembahasan yang agak kompleks merumuskan perencanaan sebagai penetapan apa yang harus dicapai. Selain itu juga dalam fungsi perencanaan sudah termasuk di dalamnya penetapan budget.
Lebih tepatnya lagi bila planning dirumuskan sebagai penetapan tujuan, policy, prosedur, budget, dan program dari sesuatu organisasi.
3. Organizing
Dengan ini dimaksudkan pengelompokan kegiatan yang diperlukan yakni penetapan susunan organisasi serta tugas dan fungsi-fungsi dari setiap unit yang ada dalam organisasi. Dapat pula dirumuskan sebagai keseluruhan aktivitas manajemen dalam mengelompokkan orang-orang serta penetapan tugas, fungsi, wewenang, serta tanggung jawab masing-masing dengan tujuan terciptanya aktivitas-aktivitas yang berdaya guna dan berhasil guna dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Pengorganisasian terdiri dari :
a.    Menyediakan fasilitas-fasilitas perlengkapan, dan tenaga kerja yang diperlukan untuk penyusunan rangka kerja yang efisien.
b.    Mengelompokkan komponen kerja ke dalam struktur organisasi secara teratur.
c.    Membentuk struktur wewenang dan mekanisme koordinasi.
d.    Merumuskan dan menentukan metode serta prosedur.
e.    Memilih, mengadakan latihan dan pendidikan tenaga kerja dan mencari sumber-sumber lain yang diperlukan.
4. Staffing atau Assembling Resources
Istilah staffing diberikan Luther Gulick, Harold Koontz dan Cyril O’Donnell. Sedangkan assembling resources dikemukakan William Herbert Newman. Kedua istilah itu cenderung mengandung arti yang sama; pen-staf-an dan staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi dan pengembangannya sampai dengan usaha agar petugas memberi daya guna maksimal kepada organisasi.
5. Directing atau Commanding
Merupakan fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi-instruksi kepada bawahan dalam pelaksanaan tugas masing-masing bawahan tersebut, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju kepada tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Directing atau commanding merupakan fungsi manajemen yang dapat berfungsi bukan hanya agar pegawai melaksanakan atau tidak melaksanakan suatu kegiatan, tetapi dapat pula berfungsi mengkoordinasi kegiatan berbagai unsur organisasi agar dapat efektif tertuju kepada realisasi tujuan yang telah ditetapkan.


6. Leading
Istilah leading yang merupakan salah satu fungsi manajemen, dikemukakan oleh Louis A. Allen yang dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan oleh seorang manajer yang menyebabkan orang-orang lain bertindak. Pekerjaan leading, meliputi 5 macam kegiatan, yaitu :
a.    Mengambil keputusan
b.    Mengadakan komunikasi agar ada bahasa yang sama antara manajer dan bawahan
c.    Memberi semangat inspirasi dan dorongan kepada bawahan supaya mereka bertindak
d.    Memilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya
e.    Memperbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar mereka trampil dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
7. Coordinating
Salah satu fungsi manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubung-hubungkan, menyatupadukan dan menyelaraskan pekerjaan-pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerjasama yang terarah dalam usaha mencapai tujuan bersama atau tujuan organisasi. Usaha yang dapat dilakukan untuk mencapai maksud, antara lain :
a.    Dengan memberi instruksi
b.    Dengan memberi perintah
c.    Mengadakan pertemuan-pertemuan dalam mana diberi penjelasan-penjelasan
d.    Memberi bimbingan atau nasihat
e.    Mengadakan coaching
f.     Bila perlu memberi teguran.
8. Motivating
Motivating atau pendorongan kegiatan merupakan salah satu fungsi manajemen berupa pemberian inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar bawahan melakukan kegiatan secara suka rela sesuai apa yang dikehendaki oleh atasan tersebut.
9. Controlling
Controlling atau pengawasan, sering disebut pengendalian, adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian dan sekaligus bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang sedang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud tercapai tujuan yang sudah digariskan.
10. Reporting
Reporting atau pelaporan adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi baik secara lisan maupun secara tulisan.
Sedangkan fungsi pokok manajemen pendidikan dibagi 4 macam:
1. Perencanaan
Perencanaan program pendidikan sedikitnya memiliki dua fungsi utama, yaitu :
a. Perencanaan merupakan upaya sistematis yang menggambarkan penyusunan rangkaian tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi atau lembaga dengan mempertimbangkan sumber-sumber yang tersedia atau sumber-sumber yang dapat disediakan.
b. Perencanaan merupakan kegiatan untuk mengerahkan atau menggunakan sumber-sumber yang terbatas secara efisien, dan efektif untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
2. Pelaksanaan
Pelaksana merupakan kegiatan untuk merealisasikan rencana menjadi tindakan nyata dalam rangka mencapai tujuan secara efektif dan efisien, dan akan memiliki nilai jika dilaksanakan dengan efektif dan efisien.
3. Pengawasan
Pengawasan dapat diartikan sebagai upaya untuk mengamati secara sistematis dan berkesinambungan; merekam; memberi penjelasan, petunjuk, pembinaan dan meluruskan berbagai hal yang kurang tepat; serta memperbaiki kesalahan, dan merupakan kunci keberhasilan dalam keseluruhan proses manajemen.
4. Pembinaan
Pembinaan merupakan rangkaian upaya pengendalian secara profesional semua unsur organisasi agar berfungsi sebagaimana mestinya sehingga rencana untuk mencapai tujuan dapat terlaksana secara efektif dan efisien.




BAB III
PENUTUP
A.   Simpulan.
Konsep dasar manajemen yang merupakan ilmu sebagai suatu bidang pengetahuan yang mengatur suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang dilandasi dengan keahlian khusus. Manajemen pendidikan dapat didefinisikan sebagai proses perencanaan, pengorganisaisan,pengerakkan,dan pengendalian sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif. Sistem Pendidikan Nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan Pendidikan Nasional.Sistem Pendidikan Nasional merupakan pedoman Bagi manajer Pendidikan untuk berperilaku baik secara individu maupun kelompok.
B.   Saran.
Manajemen pendidikan adalah ilmu yang diterapkan ke semua aspek sebagai tatanan didalam kehidpuan,ini perlu diterapakn bukan hanya pada organisasi saja,melainkan individu juga harus mempunyai manajemen agar kehidupanya terarah dan teratur serta mencapai tujuan yang diinginkan dengan baik.















DAFTAR PUSTAKA

Bahri Djamarah, Syaifur. 2000. Guru dan Anak Didik. Jakarta: PT Rineka
         Cipta
Hanun. 2012. “Komponen-Komponen Sekolah. Makalah Ilmu Pendidikan”,
         (Online), (http://umihanum27.blogspot.com/2012/11/makalah-
          manajemen-komponen-komponen_1890.html., diakses 8 Mei 2013).
Kasan, Tholib. tt. Teori dan Aplikasi Administrasi Pendidikan. Jakarta:
         Studio Press.
Mulyasa. 2002. Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: PT Remaja
         Rosdakarya.
Pidarta, Made. 2004. Manajemen Pendidikan Indonesia. Jakarta: PT
         Rineka Cipta.
Suryosubroto, B. 2004. Manajemen Pendidikan di Sekolah. Jakarta: PT
         Rineka Cipta.
Suryosubroto, B. 2010. Manajemen Pendidikan di Sekolah (Edisi Revisi).
         Jakarta: PT Rineka Cipta.
http://jukriadit.blogspot.co.id/2014/04/makalah-manajemen-pendidikan.html








Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Makalah Konsep Dasar Manajemen"

Post a Comment